” Sungguh, aku ingin menjadi temanmu. Tertawa bersamamu, bercanda tanpa beban, berbagi cerita bersamamu, jalan berdua denganmu tanpa perlu merasa lessconfidence. Makan siang denganmu, menunggu bis di halte depan kantor, bahkan aku ingin berdesak-desakan di KRL bersamamu. Sungguh, aku ingin berada pada fase itu. ”
Sepertinya akan lebih menyenangkan memulai suatu hubungan percintaan apabila didahului dengan sebuah hubungan pertemanan.. bukan begitu? Dalam fase pertemanan akan lebih mudah menciptakan The comfort zone. Hingga akhirnya tanpa disadari kita merasakan jatuh cinta satu sama lain. Hmm, is that great? Looks so perfect.
Tapi sudahlah, bagaimanapun kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Dan lebih seringnya masa lalu yang datang kembali menghampiri kita..



